SUARAGONG.COM – SDIT Nurul Anshar Situbondo kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan inovatif dengan menggagas tiga program unggulan untuk mengikuti ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mempertahankan prestasi yang telah diraih sebelumnya sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era modern.
Tiga Inovasi Andalan Siap Dilombakan SDIT Nurul Anshar Situbondo
Kepala sekolah, Sudibyo Shumar, mengungkapkan bahwa ketiga inovasi tersebut telah dipersiapkan secara matang dan bahkan telah mengantongi Surat Keputusan (SK) dari bupati.
“Kami mempersiapkan tiga inovasi untuk diikutkan lomba IGA Tahun 2026, dan Alhamdulillah sudah mendapat SK bupati. Kami berharap semuanya bisa masuk nominasi,” ujarnya.
Adapun tiga inovasi yang diusung meliputi:
Kaca Bening: Bekal Santri Sejak Dini
Program Kaca Bening (Membaca Kitab Kuning) ditujukan untuk siswa kelas 5 dan 6. Melalui inovasi ini, siswa dibekali kemampuan membaca kitab kuning dengan baik dan benar.
Program ini menjadi langkah strategis mengingat banyak siswa yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke pesantren.
Simacan: Belajar Sambil Tembang
Inovasi kedua adalah Simacan (Situbondo Macopat Nurul Anshar), sebuah metode pembelajaran yang memadukan tembang macopat khas Madura dengan nilai-nilai keislaman.
Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan, terutama bagi siswa sekolah dasar.
E-Malima: Literasi dan Numerasi Berbasis Digital
Sementara itu, inovasi ketiga hadir dalam bentuk aplikasi digital E-Malima (Elektronik Mahir Literasi dan Matematika).
Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui:
- Buku elektronik yang dapat dibaca langsung
- Fitur menulis hasil pemahaman siswa
- Sistem poin sebagai bentuk apresiasi
Siswa yang aktif membaca dan menulis di aplikasi akan mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan hadiah dari sekolah.
Baca Juga : Akademisi NU Unej Petakan Titik Rawan Banjir Situbondo
Komitmen Hadirkan Pendidikan Adaptif
Ketiga inovasi ini menunjukkan bagaimana SDIT Nurul Anshar Situbondo mampu menggabungkan nilai tradisional, keagamaan, dan teknologi dalam satu sistem pembelajaran yang adaptif.
Melalui inovasi tersebut, sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, serta kesiapan siswa menghadapi perkembangan zaman.
Dengan persiapan matang dan konsep yang relevan, SDIT Nurul Anshar optimistis mampu kembali bersaing dan meraih prestasi dalam ajang IGA 2026. (Fin/aye/sg)










