SUARAGONG.COM – Anomali di Dunia Perkopian Guys! Peta persaingan bisnis coffee shop dan industri sangrai kopi (roastery) di Malang Raya tengah menghadapi tantangan berat akibat fluktuasi harga bahan baku biji kopi (green bean) yang tetap di angkasa!. Di tengah gempuran cuaca ekstrem, pasar biji kopi jenis Arabika di Malang konsisten bertengger di “harga langit”. Dengan Kondisi yang kayak gini, terpaksa para pelaku usaha muter otak demi menjaga Harga Pokok Penjualan (HPP) mereka agar tidak jebol.
ANOMALI PASAR KOPI MALANG: Biji Arabika ‘Over HPP’ Hingga Melonjak 100%
Hal ini diakui langsung oleh Ko Devan, pemilik Houdvan Roastery, salah satu rumah sangrai kopi lokal di Kota Malang. Dalam sebuah wawancara eksklusif pada Selasa (23/6/2026), ia membeberkan anatomi pergerakan harga kopi, anomali pasokan, serta strategi bertahan para pemilik kedai kopi di lapangan.
Arabika Naik Ekstrem Hampir 100%, Pasokan Arjuna Macet Total!
Kenaikan harga bahan baku dirasakan paling mencekik pada varietas kopi Arabika. Ko Devan mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir, lonjakan harga Arabika meroket hingga hampir 100%. Tren naik-turunnya harga di tingkat petani pun diakui sangat ekstrem dan sulit diprediksi.
Jika dibedah per wilayah asal (origin), pasar Arabika menunjukkan pergerakan yang unik:
- Origin Sumatera: Cenderung memperlihatkan tren penurunan harga secara tipis dan bertahap (dikit-dikit).
- Origin Jawa Barat: Mengalami anomali pasar. Harganya terus merangkak naik dan tetap stabil kokoh di angka tertinggi.
- Origin Malang Raya (Gunung Arjuna): Berada di posisi tengah-tengah—tidak terlalu mahal, namun juga tidak murah. Sialnya, kendala utama Arabika Arjuna saat ini bukan pada harga, melainkan pada aspek ketersediaan, Pasokannya mini cuy!. Ko Devan menyebut supply Arabika Arjuna saat ini sangat minim (wicked parah) dan distribusinya macet total (nampet).
Robusta Jadi Penyelamat, Turun 20% dari ‘All Time High’
Di tengah bayang-bayang tingginya modal Arabika yang sudah over HPP, beruntung biji kopi jenis Robusta hadir menjadi juru selamat bagi kelangsungan bisnis kedai kopi dan roastery di Malang.
Menurut Devan, harga Robusta saat ini bergerak fluktuatif namun tidak ekstrem, bahkan cenderung melandai. Saat ini harga pasar Robusta berada di kisaran Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Angka ini tercatat telah turun sekitar 20% dari rekor harga tertinggi sepanjang masa (all time high) mereka pada musim lalu yang sempat menyentuh angka Rp80.000 per kilogram. Penurunan ini dinilai sangat menolong margin keuntungan kedai kopi, terutama untuk menyiasati menu-menu berbasis susu (milk-based).
Baca Juga : Kopi Instan Masih Jadi Favorit dan Tren Kopi di Indonesia
Cuaca Tak Menentu, Produksi Panen Raya Tahun Ini Diprediksi Anjlok Setengahnya
Faktor utama pengacau stabilitas harga komoditas kafein ini tidak lain adalah faktor alam, Musim gaes. Siklus pergantian cuaca, panas, dan intensitas hujan di wilayah Jawa Timur yang kian susah diprediksi berdampak langsung pada produktivitas kebun kopi.
Meski wilayah Malang Raya baru akan memasuki masa puncak panen raya pada bulan depan (Juli 2026), sinyal-sinyal penurunan kuantitas produksi sudah mulai santer terdengar. Owner Houdvan Roastery ini membeberkan bahwa informasi awal dari pihak hulu menyebutkan volume hasil panen raya tahun ini. Diprediksi akan turun hingga setengahnya (50%) dibanding tahun lalu.
Baca Juga : Pengenalan Singkat Tentang Metode Seduh Kopi V60
Respons Pasar: Konsumen Mulai Maklum dengan Kenaikan Harga Menu
Menariknya, gejolak harga bahan baku di tingkat hulu ini ternyata direspons dengan sikap yang cukup dewasa oleh para penikmat kopi di Malang. Walau sempat kaget dengan lonjakan harga menu kopi hitam (khususnya single origin Arabika), mayoritas konsumen dinilai sangat memahami kondisi riil. Para pelanggan mengerti akan kegagalan panen dan mahalnya modal biji kopi saat ini.
Efeknya, tidak ada komplain massal yang berarti di pasar. Pelaku usaha terpaksa menyesuaikan harga jual produk jadi mereka secara bertahap di buku menu, sebuah langkah logis yang mau tidak mau harus diambil agar kepulan asap dapur bisnis mereka tidak mendadak mati. (Aye/sg)










