Bupati Gus Fawait Terapkan Meritokrasi Tanpa Demosi Politik di Jember

Bupati Gus Fawait Terapkan Meritokrasi Tanpa Demosi Politik di Jember
Bupati Gus Fawait Terapkan Meritokrasi Tanpa Demosi Politik di Jember

SUARAGONG.COM – Corak kepemimpinan baru yang mengedepankan objektivitas ilmiah dan profesionalisme tata kelola pemerintahan. Mulai diterapkan secara konsisten di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Sebagai alumnus program Doktor (S3) Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga, Bupati Jember Gus Fawait menegaskan komitmennya untuk mengeliminasi praktik politik praktis dalam tubuh birokrasi. Lalu menggantinya dengan sistem pengelolaan berbasis data analitis serta parameter kinerja terukur (merit system) atau Meritokrasi Tanpa Demosi Politik di Jember.

Bebas Intimidasi Politik! Bupati Gus Fawait Terapkan Meritokrasi Berbasis Data Bagi ASN Jember

Pesan reformasi birokrasi tersebut disampaikan Gus Fawait di sela-sela Pelantikan Pengurus IKA Unair Cabang Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin sore (27/7/2026). Bupati memastikan tidak ada tindakan demosi jabatan atau pencopotan ASN yang didasari motif politik pasca-pilkada demi menjaga kondusivitas kerja.

Berbasis Data Ekonomi Unair, Bupati Gus Fawait Terapkan Meritokrasi Tanpa Demosi Politik di Birokrasi Jember

“Sebagai lulusan ilmu ekonomi Unair, tata kelola pemerintahan harus dijalankan secara objektif dan berbasis data. Kami menjaga birokrasi tetap tenang dan fokus bekerja, tanpa ada demosi jabatan yang berbasis politik praktis,” jelas Gus Fawait, Senin (27/7/2026).

Studi Kasus Keberhasilan di RSD dr. Soebandi

Efektivitas evaluasi kinerja berbasis data ini dibuktikan melalui perbaikan manajemen di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember. Rumah sakit rujukan daerah tersebut sebelumnya sempat didera krisis keuangan dan penurunan performa layanan.

Namun, usai penunjukan Plt. dr. Nyoman dengan parameter kerja yang ketat dan efisiensi pos anggaran, pendapatan RSD dr. Soebandi berhasil melonjak hingga mendekati angka 100 persen dalam waktu relatif singkat. Pengisian jabatan dilakukan murni atas dasar kompetensi medis dan manajerial.

Baca Juga : Pemkab Jember Audit 209 Dapur Program MBG

Gandeng IKA Unair Susun KPI Presisi

Model keberhasilan di RSD dr. Soebandi ini akan diadopsi secara massal di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Jember.

Melalui kerja sama formal dengan IKA Unair Jember, Pemkab bakal memanfaatkan keahlian para alumnus di bidang manajemen publik dan hukum tata negara. Untuk menyusun Key Performance Indicators (KPI) yang presisi bagi para pejabat daerah.. (Adv/Rio/aye)