Karhutla Arjuno Merambat ke Malang, Titik Api Meluas ke Singosari dan Lawang

Karhutla Gunung Arjuno Merembet ke Singosari dan Lawang, 750 Hektare Lahan Hangus Terbakar, Medan Terjal dan Angin Kencang Hambat Pemadaman
FT : Karhutla Gunung Arjuno Merembet ke Singosari dan Lawang, 750 Hektare Lahan Hangus Terbakar, Medan Terjal dan Angin Kencang Hambat Pemadaman (Aye/sg)

Malang, Suaragong.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo di Gunung Arjuno terus merambat hingga ke wilayah Kabupaten Malang. Hingga Rabu (21/10/2026), tim gabungan masih terus berjibaku memadamkan kobaran api yang meluas di beberapa titik.

Medan Terjal dan Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla Arjuno

Berdasarkan pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, terpantau sebanyak 57 titik panas (hotspot) di kawasan tersebut. Api yang bermula dari rambatan wilayah Pasuruan kini menjalar ke Desa Toyomarto (Kecamatan Singosari), Bukit Lincing dan Desa Wonorejo (Kecamatan Lawang), hingga merembet ke Desa Donowarih (Kecamatan Karangploso).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa tim gabungan terus melakukan operasi pemadaman darat. Meski dihadapkan pada kendala medan yang ekstrem.

“Kendala utama di lapangan adalah kondisi lokasi yang sangat curam sehingga hanya dapat diakses dengan berjalan kaki. Hal itu membutuhkan waktu lama untuk sampai ke titik api, ditambah hembusan angin yang sangat kencang,” ungkap Sadono, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga : Cegah Api Karhutla Bromo Masuk Poncokusumo, Polres Malang Siaga di Jalur Jemplang

Guna mengantisipasi perluasan api, petugas memfokuskan penanganan pada pembuatan sekat bakar, penimbunan bara api di pepohonan, serta pemotongan pohon tumbang. Posko penanganan darurat kini telah disiagakan di jalur pendakian via Lawang, jalur via Budugasu Singosari, hingga jalur penanganan tambahan di Desa Tawangargo, Karangploso.

Merembet ke Singosari, Kapolsek Berharap Bantuan Water Bombing

Sampai pada Singosari, Kapolsek AKP Achmad Zainuddin mengungkapkan, estimasi luas lahan yang terbakar, khusus di wilayah Kecamatan Singosari saja diperkirakan telah mencapai 750 hektare.

Menurut Zainuddin, selain medan yang terjal, ketersediaan sumber air di area puncak menjadi hambatan besar bagi personel pemadam di darat.

“Upaya maksimal yang bisa kami lakukan saat ini adalah membuat sekat bakar untuk memutus perambatan api. Namun karena medannya sangat sulit dijangkau dan air sulit didapat, kami sangat berharap ada support dari pemerintah pusat maupun daerah. Untuk melakukan pemadaman udara (water bombing),” terang AKP Achmad Zainuddin.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa akibat karhutla tersebut. Sementara itu, total luas keseluruhan lahan yang terdampak di wilayah Kabupaten Malang masih dalam proses pendataan dan asesmen lanjutan oleh tim BPBD. (Aye/sg)