Akuisisi ini masih menunggu persetujuan regulasi, dan jika disetujui, akan mencakup aplikasi pendamping Niantic untuk Pokémon Go, termasuk Campfire dan Wayfarer, yang akan berada di bawah kepemilikan Scopely.
Namun, game AR Niantic lainnya seperti Peridot dan Ingress akan tetap berada di bawah kendali Niantic melalui Niantic Spatial.
Meskipun Pokémon Go mencapai kesuksesan besar dengan lebih dari 500 juta pemain dalam tahun pertama, popularitas game ini menurun akibat pandemi COVID-19.
Perusahaan ini telah berjuang untuk mengulang kesuksesan tersebut, yang menyebabkan pembatalan beberapa proyek dan pemecatan karyawan.
Akuisisi ini juga bagian dari strategi Arab Saudi untuk memperkuat dominasi mereka di industri game global, dengan investasi sebelumnya di perusahaan-perusahaan besar seperti Nintendo, Activision Blizzard, dan EA. Kesepakatan ini semakin memperkuat posisi Scopely sebagai raksasa mobile gaming.
Baca Juga : Game Pertarungan Pokémon Baru “Pokémon Champions”
Jangan Lupa ikuti terus Informasi, Berita artikel paling Update dan Trending Di Media Suaragong !!!. Jangan lupa untuk ikuti Akun Sosial Media Suaragong agar tidak ketinggalan di : Instagram, Facebook, dan X (Twitter). (Fz).
Baca Juga Artikel Berita Lain dari Suaragong di Google News