TMMD ke-128 Digelar, Wabup Syah Dorong Pembangunan Desa Lebih Cepat

Program TMMD ke-128 resmi dimulai di Kabupaten Trenggalek dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara
Program TMMD ke-128 resmi dimulai di Kabupaten Trenggalek dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara

SUARAGONG.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 resmi dimulai di Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, di Lapangan Lembah Kepuh, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Jumat (24/4/2026).

TMMD ke-128 Resmi Dibuka di Trenggalek, Wabup Syah: Akses Desa Terpencil Harus Makin Ngebut!

Pembukaan ini jadi tanda dimulainya berbagai proyek pembangunan yang menyasar wilayah desa, khususnya daerah yang masih sulit dijangkau.

Wabup Syah menyebut, program TMMD punya peran penting dalam membantu pemerintah daerah, terutama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil.

“Alhamdulillah TMMD kembali digelar di Trenggalek. Kami sangat berterima kasih kepada TNI karena program ini benar-benar membantu masyarakat,” ujarnya.

Tekan Biaya, Hasil Tetap Maksimal

Menurut Syah, keunggulan TMMD bukan cuma di hasil pembangunan, tapi juga efisiensi anggaran. Soalnya, pengerjaan dilakukan bareng antara TNI dan masyarakat setempat.

Hal ini membuat biaya pembangunan bisa ditekan, tapi kualitas tetap terjaga.

Ia juga menyinggung bahwa sebelumnya program serupa sudah digelar di Kecamatan Pule dan terbukti membawa dampak positif bagi warga.

“Banyak masyarakat yang terbantu, terutama dalam pembangunan infrastruktur baru. Ini jelas meringankan beban pemerintah daerah,” tambahnya.

Dorong Konektivitas dan Ekonomi Warga

Lebih jauh, Syah berharap TMMD bisa jadi pintu pembuka akses antar wilayah, terutama ke daerah-daerah yang selama ini masih terisolir.

Kalau akses sudah terbuka, otomatis aktivitas ekonomi warga juga bakal ikut terdongkrak.

“Harapannya ini bisa meningkatkan konektivitas hingga ke wilayah hulu, sehingga ekonomi masyarakat juga ikut berkembang,” jelasnya.

Ia juga berharap program TMMD bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, dengan melibatkan usulan dari desa-desa yang membutuhkan pembangunan.

Bangun Jalan hingga Air Bersih

Sementara itu, Komandan Kodim 0806 Trenggalek, Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, menjelaskan bahwa TMMD ke-128 ini bakal mengerjakan sejumlah proyek penting.

Mulai dari pembangunan jalan, renovasi rumah tidak layak huni, jambanisasi, hingga penyediaan air bersih.

“Ini adalah bentuk kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan desa,” ungkapnya.

Baca Juga : Bupati Arifin Luncurkan Jalur Transportasi Trans Trenggalek

Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama

Dandim Roy juga menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan, tapi juga wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kodim, Batalyon, hingga Lanal, total personel yang turun mencapai lebih dari satu SSK.

“Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Semangat gotong royong ini yang jadi kekuatan utama,” tegasnya.

Melalui TMMD ke-128 ini, diharapkan desa-desa di Trenggalek yang sebelumnya terisolir bisa mulai terhubung dan berkembang, baik dari sisi infrastruktur maupun kesejahteraan masyarakatnya. (Mil/Aye/sg)