SUARAGONG.COM – Pemkab Trenggalek tancap gas dalam mempercepat pembangunan daerah. Terbaru, mereka resmi menggandeng PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) lewat penandatanganan akta pembiayaan untuk proyek infrastruktur jalan hingga penataan kawasan pariwisata dan perkotaan.
Gaspol Bangun Infrastruktur! Trenggalek Kucurkan Rp70 Miliar untuk Jalan dan Pariwisata
Penandatanganan yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha ini jadi sinyal kuat kalau sejumlah proyek strategis di Trenggalek bakal segera dikerjakan. Bisa dibilang, ini tinggal selangkah lagi menuju realisasi.
Total anggaran yang digelontorkan nggak main-main, mencapai Rp70 miliar. Rinciannya, Rp41 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan, dan Rp29 miliar untuk sektor pariwisata serta penataan kota. Skema pembiayaannya sendiri berlangsung selama 42 bulan atau sekitar 3,5 tahun sejak dana dicairkan.
Percepat Pembangunan Daerah
Perwakilan PT SMI, Faaris Prasnawa, menyambut positif langkah Pemkab Trenggalek. Menurutnya, keputusan ini jadi bentuk terobosan cerdas untuk mempercepat pembangunan daerah.
“Pembiayaan ini bukan beban, tapi justru jadi cara untuk mempercepat proses pembangunan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin, menjelaskan bahwa rencana pembiayaan ini sebenarnya sudah disiapkan sejak tahun lalu. Bahkan sudah masuk dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan APBD 2026.
Awalnya, Pemkab sempat memproyeksikan kemampuan pembiayaan hingga Rp150 miliar. Namun setelah dihitung ulang, kemampuan riil daerah ada di angka Rp70 miliar. Dari situlah angka tersebut dimaksimalkan untuk proyek prioritas.
Menariknya, Pemkab nggak cuma fokus ke pembangunan jalan. Mas Ipin menilai, pembangunan jalan memang penting untuk membuka akses. Tapi belum tentu langsung berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca Juga : DPRD Trenggalek Setujui Ranperda APBD Jadi Perda
Pengalihan Anggaran ke Sektor Pariwisata
Makanya, sebagian anggaran dialihkan ke sektor pariwisata dan penataan kota. Tujuannya jelas, biar ada “efek domino” ke ekonomi masyarakat.
“Kalau kota makin cantik, trafik orang datang meningkat. Dari situ peluang bisnis baru pasti muncul,” jelasnya santai.
Beberapa titik wisata juga bakal disentuh, seperti Pantai Prigi hingga kawasan Dilem Wilis. Bahkan konsepnya nggak cuma sekadar memperbaiki, tapi juga menciptakan spot-spot baru biar wisatawan nggak bosan datang ke tempat yang itu-itu saja.
Mas Ipin juga menyinggung potensi besar dari ekosistem wisata, seperti glamping di kawasan kebun kopi yang kini mulai ramai. Ia optimistis, kalau infrastruktur dan kawasan wisata dibenahi bareng-bareng, dampaknya bakal langsung terasa ke pelaku usaha lokal.
“Kalau ekosistemnya hidup, otomatis ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” pungkasnya. (Mil/Aye/sg)











