SMAN 1 Pontianak Putuskan Tidak Ikut Final Ulang LCC 4 Pilar MPR

MPR RI mutusin buat menggelar final ulang LCC 4 Pilar MPR RI, namun tim SMAN 1 Pontianak justru resmi menyatakan TIDAK AKAN IKUT
MPR RI mutusin buat menggelar final ulang LCC 4 Pilar MPR RI, namun tim SMAN 1 Pontianak justru resmi menyatakan TIDAK AKAN IKUT

SUARAGONG.COM – Drama LCC 4 Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalbar akhirnya sampai pada ujung ceritanya, Setelah bikin heboh se-Indonesia sampai MPR RI mutusin buat menggelar final ulang, tim SMAN 1 Pontianak justru resmi menyatakan TIDAK AKAN IKUT dalam perlombaan ulang tersebut.

Lewat akun Instagram resminya (@smansaptk.informasi), Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, merilis 8 sikap tegas sekolah yang isinya bikin netizen angkat topi. Kok bisa sih malah mundur?

SMAN 1 Pontianak Tidak Ikut Final Ulang: Cuma Butuh Klarifikasi, Bukan Piala

Pihak sekolah menegaskan kalau sejak awal mereka speak up bukan karena haus piala atau pengen ngebatalin kemenangan sekolah lain. Mereka cuma pengen dapet kejelasan dan transparansi dari juri soal sistem penilaian yang sempat error kemarin. Pas udah dapet klarifikasi, ya udah, urusan selesai!

Ini dia poin yang paling berkelas, Ngab. SMAN 1 Pontianak secara jantan menyatakan menghormati hasil lomba yang udah berjalan. Serta memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas buat melenggang sebagai perwakilan Kalbar di tingkat nasional. Pure sportsmanship!

Baca Juga : Dugaan Ketidakadilan LCC 4 Pilar MPR RI Tengah Disorot KPAI

Ogah Ikut Final Ulang

Karena ngerasa tujuan utamanya buat edukasi dan integritas udah tercapai, SMAN 1 Pontianak milih buat gak terlibat di final ulang yang direncanakan MPR RI. Mereka juga minta maaf kalau sempat bikin gaduh dan ngajak semua pihak buat tetep ngejaga nilai persatuan.

SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan. Serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional,” demikian bunyi sikap SMAN 1 Pontianak.

Delapan Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Berikut pernyataan sikap lengkap SMAN 1 Pontianak:

  1. SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel.
  2. SMAN 1 Pontianak menyampaikan apresiasi dan terima kash atas perhatian, dukungan, serta kepedulian berbagai pihak dalam menyikapi kondisi ini.
  3. SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang dilakukan bukan merupakan upayaataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.
  4. Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan.
  5. SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.
  6. SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI.
  7. SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.
  8. SMAN 1 Pontianak memohon dukungan dari seluruh pihak ke depan, dalam upaya menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua.

Demikian pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami terhadap dunia pendidikan yang berintegritas. Sampai Jumpa di LCC 4 Pilar 2027.

Pontianak, 14/5/2026

Kepala SMAN 1 Pontianak

Indang Maryati.S.Sos.,M.Si.

Baca Juga : Sang MC LCC 4 Pilar Shindy Lutfiana Resmi Minta Maaf Terbuka

Tanggapan Pihak MPR RI

Melansir dari Liputan6. Diketahui, MPR memutuskan mengulang final Lomba Cerdas Cermat empat pilar di Kalimantan Barat.

“Kami memutuskan bahwa Lomba Cerdas Cermat tingkat Kalimantan Barat yang final akan dilakukan ulang pada waktu yang segera diputuskan secepatnya.” Kata Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Muzani juga memastikan, pelaksanaan ulang lomba akan melibatkan juri independen dari kalangan akademisi agar proses penilaian berlangsung lebih objekti. Selain itu, Muzani menyebut pimpinan MPR akan mengawasi langsung final dari awal hingga akhir acara.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan, kebebasan berbicara, dan menyampaikan protes atas ketidakpuasannya. Dan kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka menjadi contoh demokrasi yang baik,” pungkasnya. (Aye/sg)