Sedikit Lagi! Jalan Hasanuddin Kota Batu Segera Dibuka Kembali Akhir Oktober

Jalan Hasanuddin Kota Batu Segera Dibuka Kembali Akhir Oktober
FT : Jalan Hasanuddin Kota Batu Segera Dibuka Kembali Akhir Oktober (Fir)

Kota Batu, Suaragong.com – Setelah sempat ditutup total sejak Juli lalu demi pengerjaan proyek rekonstruksi jalan, Jalan Hasanuddin Kota Batu dipastikan bakal dibuka kembali untuk masyarakat umum dan wisatawan pada akhir Oktober mendatang.

Siap Rampung Akhir Oktober, Jalan Hasanuddin Kota Batu Segera Dibuka Kembali untuk Pengendara

Jalan yang menjadi bagian penting dari Proyek Strategis Daerah (PSD) Preservasi Simpang Empat Patih (meliputi ruas Panglima Sudirman, Trunojoyo, Indragiri, dan Hasanudin) tersebut kini telah mengalami perombakan total pada konstruksi lapisannya. Yaitu dari aspal menjadi beton cor sepanjang 120 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Esti Dwiastuti, menjelaskan bahwa pembukaan jalur ini dapat dilakukan setelah hasil pengecoran beton memenuhi syarat teknis umur beton secara optimal, yaitu selama 28 hari.

”Insyaallah akhir Oktober sudah bisa dibuka. Untuk kendaraan-kendaraan besar juga sudah bisa melintas,” ujar Esti Dwiastuti.

Jalan Primadona Kendaraan Berat

Esti menerangkan, keputusan untuk mengubah konstruksi jalan dari perkerasan aspal menjadi beton cor didasari oleh tingginya beban kendaraan berat. Yang mana kerap melintasi jalur barat Kota Batu tersebut. Langkah ini diambil agar ketahanan jalan lebih awet dan mengurangi beban biaya pemeliharaan rutin akibat jalan cepat rusak.

”Kami ubah dari perkerasan aspal menjadi beton agar lebih awet. Selama ini biaya pemeliharaan cukup tinggi karena kondisi jalan cepat mengalami kerusakan akibat beban kendaraan,” bebernya.

Baca Juga : GRBI Jaya Menjadi Bagian Penting dalam Proses Pembangunan Kota Batu

Beberapa Ruas Jalan Masih Tahap Pengerjaan

Kendati Jalan Hasanuddin siap dibuka akhir bulan ini, Esti menegaskan bahwa pengerjaan fisik untuk keseluruhan proyek kawasan Simpang Empat Patih belum rampung total. Beberapa ruas jalan pendukung lainnya masih dalam tahap pengerjaan (on process). Termasuk proses pembebasan lahan warga yang hingga kini masih berjalan dan rencananya dianggarkan kembali pada periode 2027 mendatang.

Dengan segera dibukanya jalur vital ini, pengalihan arus lalu lintas melalui jalur-jalur alternatif di sekitarny. Seperti Jalan Samadi, Jalan Suropati, hingga koridor Jalan Brantas–Bromo Semeru—diperkirakan bakal segera kembali normal dalam waktu dekat. (Fir/aye)