Pemkab Jember Gagas Musrenbang Plus untuk Serap Aspirasi Inklusif

Libatkan Hingga 5.000 Peserta per Kecamatan, Pemkab Jember Gagas Musrenbang Plus untuk Serap Aspirasi Inklusif
FT : Libatkan Hingga 5.000 Peserta per Kecamatan, Pemkab Jember Gagas Musrenbang Plus untuk Serap Aspirasi Inklusif (Rio)

Jember, Suaragong.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus berinovasi dalam memperluas partisipasi masyarakat pada proses perencanaan pembangunan daerah. Salah satu terobosan terbaru yang digulirkan adalah pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Plus atau Musrenbang Plus.

Libatkan 5.000 Peserta per Kecamatan, Pemkab Jember Gagas Musrenbang Plus untuk Serap Aspirasi Inklusif

Program inovatif ini dirancang untuk melibatkan hingga 5.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat di setiap kecamatan. Tidak hanya menjadi ajang penyerapan aspirasi warga, forum ini juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi program pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Cheka Virgowansyah, S.STP., M.E., di Pendopo Wahyawibawagraha Kabupaten Jember, Kamis (15/10/2026).

Arah Kebijakan Daerah

Kegiatan strategis ini turut diikuti oleh jajaran Pemkab Jember serta Anggota DPR RI, Dr. H. Muhammad Khozin. Dalam kesempatan itu, Gus Fawait memaparkan berbagai arah kebijakan daerah, termasuk komitmen memperkuat kualitas pelayanan publik berbasis kedekatan dengan masyarakat.

”Guna menjaring aspirasi warga secara inklusif, Pemkab Jember turut meluncurkan program Musrenbang Plus yang melibatkan hingga 5.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat di setiap kecamatan. Forum ini dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi program, penyerapan aspirasi publik, sekaligus pembagian sembako. Guna mendukung upaya pengendalian inflasi daerah,” ungkap Gus Fawait.

Persoalan Nyata di Lapangan

Melalui pelibatan ribuan warga, Pemkab Jember berupaya mengidentifikasi berbagai persoalan nyata di lapangan—mulai dari infrastruktur jalan lingkungan, akses kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi—yang terkadang luput dari data administratif murni.

Selain itu, Musrenbang Plus juga diintegrasikan dengan pembagian bantuan sembako sebagai langkah nyata membantu meringankan beban rumah tangga serta mendukung pengendalian inflasi di tingkat lokal.

Di sektor pelayanan publik dan kesehatan, Pemkab Jember terus menggenjot berbagai program unggulan. Seperti optimalisasi Universal Health Coverage (UHC), layanan Homecare, armada kesehatan ”Mobil Cinta” untuk warga kurang mampu. Hingga rencana peluncuran program ”Hotel Cinta” pada 2027 mendatang guna memfasilitasi ibu hamil berisiko tinggi menjelang persalinan sesar.

Sementara itu, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Cheka Virgowansyah, mengapresiasi sinergi antara pusat dan daerah di Jember. Ia menekankan pentingnya keselarasan kebijakan daerah dengan Program Strategis Nasional (PSN). Termasuk penyiapan tata ruang yang akurat guna mendongkrak aktivitas ekonomi lokal di kawasan Tapal Kuda. (Rio/aye)