Pemkab Jember dan Bulog Luncurkan Sistem Penyaluran Bansos Pangan Door to Door

Tak Perlu Antre di Balai Desa, Pemerintah Kabupaten Jember dan Bulog Antar Bansos Beras Langsung ke Rumah KPM
FT : Tak Perlu Antre di Balai Desa, Pemerintah Kabupaten Jember dan Bulog Antar Bansos Beras (Rio)

Malang, Suaragong.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama Perum Bulog Kantor Cabang Jember resmi meluncurkan terobosan baru dalam mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) beras bagi masyarakat. Jika sebelumnya bantuan beras dipusatkan di kantor balai desa, mulai akhir tahun anggaran ini bansos pangan akan diantarkan langsung ke rumah masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara door to door.

Tak Perlu Antre, Pemkab Jember dan Bulog Antar Bansos Beras Langsung ke Rumah KPM

Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menjelaskan bahwa perubahan radikal sistem distribusi ini dirancang untuk kemudahan penerima manfaat. Meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta kualitas pelayanan publik. Setiap rumah penerima manfaat nantinya juga akan ditempeli stiker khusus sebagai penanda transparansi dan verifikasi faktual.

“Metode door to door dan penempelan stiker penanda ini bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Menghindari duplikasi, serta membantu petugas Badan Pusat Statistik (BPS) dalam melakukan pemutakhiran data kemiskinan secara akurat.” Ujar Gus Fawait dalam konferensi pers resminya, Selasa (20/10/2026).

Menurut analisis Pemkab Jember, integrasi data satu pintu ini penting untuk menghapus disparitas data antara Dinas Sosial dan BPS. Dengan adanya bukti visual faktual di lapangan, penghitungan indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi, indeks daya beli, dan tingkat kemiskinan daerah dapat terukur lebih presisi.

Jember Keluar dari Dua Besar Kemiskinan Tertinggi Jatim

Pada kesempatan tersebut, Gus Fawait juga mengapresiasi tren positif indikator makro ekonomi daerah. Berdasarkan evaluasi kesejahteraan sosial Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Jember berhasil mencatatkan penurunan angka kemiskinan yang signifikan.

Capaian tersebut membawa Kabupaten Jember resmi keluar dari posisi dua besar daerah dengan persentase kemiskinan tertinggi di Jawa Timur.

Inovasi pengantaran bansos ke rumah ini dinilai sebagai wujud hadirnya negara yang humanis dan bermartabat. Sehingga warga kurang mampu tidak perlu mengorbankan waktu produktif mereka untuk mengantre berjam-jam di balai desa. Dinas Sosial dan Perum Bulog kini diinstruksikan mematangkan pemetaan jalur distribusi di tiap kecamatan agar peluncuran door to door berjalan lancar. (RIo/Aye/sg)