Kepanjen, Suaragong.com – Pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, terus dikebut. Proyek yang disiapkan untuk memperkuat pendidikan vokasi tersebut telah mencapai progres sekitar 50 persen dan ditargetkan rampung pada Maret 2027.
Bupati Sanusi Bersama Rektor UB Tinjau Progres Kampus II UB Kepanjen, Target Rampung Maret 2027
Progres pembangunan ini ditinjau langsung Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., serta Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., pada Senin (19/10) siang.

Peninjauan di kawasan Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, itu juga diikuti Ketua Senat Akademik Universitas, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., M.S., Ketua Pelaksana Kholid Mawardi, S.Sos., M.AB., PhD, serta Ketua DPRD Kabupaten Malang bersama para wakil ketua dan sejumlah ketua komisi.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau salah satu dari dua gedung baru yang masih dalam proses pembangunan untuk menunjang kegiatan Fakultas Vokasi UB.
Pembangunan Sudah 50%
Bupati Malang yang akrab disapa Abah Sanusi mengatakan, pembangunan telah mencapai sekitar separuh dari target keseluruhan. Ia berharap pengerjaan dapat selesai sesuai jadwal sehingga penerimaan mahasiswa baru bisa dimulai pada 2027.
“Syukur alhamdulillah, siang hari ini kita melakukan tinjau lokasi, baik dari Pemkab Malang, DPRD Kabupaten Malang bersama-sama Rektorat Universitas Brawijaya. Hari ini dilaksanakan pembangunan sudah 50 persen, tinggal separuh lagi untuk Fakultas Vokasi. Insya Allah di bulan Maret 2027 sudah selesai, maka UB di tahun 2027 itu sudah menerima mahasiswa baru,” ujar Sanusi.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD Kabupaten Malang dalam pembangunan dua gedung tersebut.
Diproyeksikan Tampung 6.000 Mahasiswa
Kampus II UB berdiri di atas kawasan seluas sekitar 28 hektare. Selain menjadi pengembangan fasilitas pendidikan, proyek ini diproyeksikan memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di Kepanjen dan wilayah Malang Selatan.
Sanusi menyebut, kawasan kampus tersebut diperkirakan dapat menampung sekitar 6.000 mahasiswa. Kehadiran mahasiswa nantinya diharapkan ikut menggerakkan sektor usaha lokal, mulai dari kebutuhan tempat tinggal hingga berbagai layanan penunjang pendidikan.
Menurut Sanusi, proses pengembangan kawasan ini sebelumnya menghadapi sejumlah tantangan dan pro-kontra. Ia menegaskan bahwa perubahan yang terjadi berkaitan dengan pengelolaan aset negara, bukan pembagian aset kepada pihak tertentu.
“Ini aset negara dipakai negara, jadi bukan dibagi-bagi. Hanya pindah pengelolaan saja, yang sebelumnya pendelegasian kewenangan pengelolaan itu ada di Pemkab Malang, dan sekarang ini berpindah atau ada di Kemendiknas,” jelasnya.
Baca Juga :Kampus UB Segera Dibangun di Kepanjen
Disiapkan untuk Pendidikan Vokasi dan Kolaborasi Industri
Pengembangan Kampus II UB direncanakan mencakup dua zona utama, yakni Fakultas Vokasi dan Science Technopark (STP). Kawasan STP dirancang dilengkapi mini laboratory factory untuk mendukung kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendekatkan kegiatan pembelajaran dan praktik mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, pengembangan kampus tidak hanya berfokus pada penambahan ruang pendidikan, tetapi juga pada penguatan keterampilan yang relevan dengan industri.
Pemerintah Kabupaten Malang bersama DPRD berharap pembangunan dapat selesai sesuai target agar kegiatan perkuliahan bisa dimulai pada 2027. Nilai proyek pembangunan ini diperkirakan mencapai sekitar Rp115 miliar. (Aye/sg)










